Home » Cerita Lainnya » Sepeda di Negeri Cina

Sepeda di Negeri Cina

China Bicycle Kingdom

foto: huffingtonpost

Pertengahan April lalu saya berkesempatan berkunjung Republik Rakyat Cina. Wilayah negeri Cina yang pertama saya injak adalah Kota Beijing. Saat tiba di kota ini, dari Bandara International Beijing sampai Hotel, sepenjang jalan yang terlihat adalah infrastruktur jalan yang megah dan tertata rapi.

Di sepanjang perjalanan, saya tak melihat satupun motor yang lalu lalang di jalanan. Selama dua hari tinggal di sana, ternyata memang tidak ada yang memakai motor dalam beraktivitas. Hanya satu dua motor yang saya lihat. Sebagian motor polisi dan sebagian motor butut yang sangat jarang terlihat sepanjang hari.

Lantas dengan apa warga Beijing beraktivitas? Jawabannya adalah: mereka memakai sepeda. Tiap hari warga negeri Cina itu memang beraktivitas dengan sepeda mereka. Mereka memakai lajur khusus sepeda yang ada di ruas tepi jalan.

Jalanan di Cina memang dibangi dua ruas. Ruas untuk mobil atau kendaraan roda empat, dan ruas untuk sepeda dan sepeda motor atau kendaraan roda dua. Di jalur sepeda ini, tiap hari ramai lalu lalang sepeda-sepeda yang mengantarkan tuannya beraktivitas. Ada yang ke kantor, ke pasar, sampai yang berjualan dengan sepeda.

foto: the beijing guide

Jenis sepeda yang digunakan di negeri Cina ini bermacam-macam. Sepeda yang paling banyak digunakan adalah sepeda jengki dan sepeda mini atau jenis sepeda city bike. Kebanyakan tampangnya sudah jelek dan terlihat uzur. Pengendaranya pun tidak ada yang memakai helm. Ada juga yang memakai sepeda listrik, bentuknya seperti city bike tapi ada mesin tenaga listrik yang siap memperingan laju sepeda. Lalu ada juga sepeda roda tiga yang bagian belakangnya adalah gerobak atau bak angkut. Dari tampangnya jelas ini sepeda digunakan mengangkut barang-barang.

Sepeda bagus dan mahal tidak terlihat di sana. Saya cuma melihat ada satu sepeda gunung yang bagus dikendarai anak muda berjas dengan helm lengkap. Selain itu tidak ada lagi yang lebih bagus. Toko sepeda seperti Roda Link, Build A Bike, dan lain-lain, atau yang menjual sepeda merek mahal juga tak kunjung saya temui. Lain cerita mungkin kalau saya pergi ke Taiwan, yang merupakan negara produsen sepeda terbesar di dunia.

Sepanjang jalan di Cina yang terlihat hanya sepeda lalu-lalang dan sepeda yang diperkir dengan cara digembok ke pagar-pagar pembatas jalan. Cara memarkir sepeda dengan menggembok ke pagar ini mirip dengan kondisi sepeda di Singapura. Saat saya ke sana kondisinya juga begitu. Bedanya di Singapura banyak sepeda mahal dan toko sepeda bermerek.

Saya sempat bertanya pada Rose, pemandu wisata di sana; “apakah motor dilarang di Cina atau memang orang Cina lebih suka sepeda dibanding motor?” Rose menjelaskan bahwa motor tidak dilarang, jalurnya sama dengan jalur sepeda, namun orang Cina lebih suka naik sepeda. Lalu saya katakan pada Rose; “wah kalau di Jakarta justru orang lebih suka naik motor. Di sana motor dan mobil rebutan jalan, sepeda sering gak kebagian hehe”.

Para pegawai kantoran di Cina juga naik sepeda. Jika di Indonesia gerakan Bike to Work terus mengupayakan makin banyak pemakai sepeda dan mengenalkan bersepeda ke tempat kerja, di sana hal itu sudah berjalan. Banyak bapak-bapak berjas necis naik sepeda butut ke kantor. Pertanyaannya pasti; apa tidak panas? Jawabannya: tidak. Di Beijing udaranya kering tapi tidak panas. Jadi kalau bersepeda dengan memakai jas tidak akan basah kuyup keringetan kayak di Jakarta.

Para pesepeda di negeri Cina itu juga bebas dari kemacetan. Lajur yang terlihat macet justru lajur mobil. Di sana mobil memang juga lumayan banyak, meski jalanannya luas-luas. Nah, saya rasa pemerintah dan warga Jakarta perlu mencontoh orang-orang Cina dalam bersepeda. Jika budaya bersepeda di Cina hadir atau terwujud di Jakarta, saya yakin masalah seperti macet, dan masalah lainnya di jalanan ibu kota akan menemukan solusinya.(dian)

 

Posted in Cerita Lainnya and tagged as , ,

2 comments on “Sepeda di Negeri Cina

  • Budhi

    di jakarta agak sulit terlaksana jika tdk diusulkan pembuatan jalan/jalur khusus sepeda. Pengendara sepeda sering terpepet oleh pengendara motor yg ga sabar. Rasanya kurang aman juga, apalagi klo anak2..
    Ayo kita usulkan jalur khusus utk sepeda, jangan cuma jalur khusus busway..!

  • boni

    jangan bermimpi lagi deh Bangsa ku. Indonesia sdh semberaut dan kita Bangsa yg menpunyai pemikiran semau GUE… Negara kita lebih baikan Import motor dari pada bersepeda…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>